5 kata murni beserta contoh nya
1. Kata ulang seluruh (dwilingga)
Mengulang seluruh kata dasar.
Contoh: meja-meja → Meja-meja di kelas sudah tertata rapi.
Contoh: bunga-bunga → Bunga-bunga itu bermekaran indah.
2. Kata ulang sebagian (dwipurwa)
Mengulang sebagian dari kata dasar.
Contoh: lelaki (dari kata laki) → Dia adalah lelaki yang baik hati.
Contoh: tetamu (dari kata tamu) → Tetamu sudah berdatangan sejak pagi
3. Kata ulang berimbuhan
Kata ulang yang mendapat imbuhan (awalan, sisipan, akhiran).
Contoh: berlari-lari → Anak itu berlari-lari di halaman.
Contoh: sayur-mayuran → Pasar itu menjual banyak sayur-mayuran segar.
4. Kata ulang berubah bunyi (dwilingga salin suara)
Kata ulang yang mengalami perubahan bunyi.
Contoh: sayur-mayur → Ibu membeli sayur-mayur di pasar.
Contoh: gerak-gerik → Gerak-geriknya mencurigakan.
5. Kata ulang semu
Terlihat seperti kata ulang, tetapi sebenarnya kata dasarnya tidak ada.
Contoh: laba-laba → Laba-laba membuat sarang di sudut rumah.
Contoh: kupukupu → Kupu-kupu beterbangan di taman bunga
6. Kata ulang murni
Kata ulang murni adalah kata ulang yang pengulangannya utuh tanpa perubahan bunyi atau tambahan imbuhan.
Contoh kata ulang murni dan penggunaannya:
1. Meja-meja → Meja-meja di ruang kelas sudah tertata rapi.
2. Buku-buku → Buku-buku di perpustakaan sangat lengkap.
3. Anak-anak → Anak-anak sedang bermain di lapangan.
4. Rumah-rumah → Rumah-rumah di kampung itu berjejer rapi.
5. Bunga-bunga → Bunga-bunga bermekaran di taman.